Hello Genk!
Kalian tau ngga Roamer itu apa? atau mungkin kalian pernah liat sebuah lempengan berbentuk persegi dari akrilik atau mika bertuliskan angka-angka seperti penggaris yang dikaitkan pada tali kompas para pengembara.
Bagaimana dengan Protractor? Apakah kalian lebih familiar dengan kata tersebut?
Dari pada kalian semakin bingung, mari bersama-sama kita simak penjelasan mengenai Roamer dibawah ini.
Roamer adalah salah satu alat bantu yang digunakan dalam kegiatan bernavigasi darat, alat ini diperuntukkan untuk membantu membaca koordinat suatu titik yang telah diplot pada peta.
Lalu apakah Roamer berbeda dengan Protractor?
Roamer adalah Alat bantu baca koordinat sedangkan Protractor adalah alat bantu sudut/derajat.
Berikut ini adalah contoh dari bentuk sebuah Roamer :

Garis-garis serta angka yang tertera dalam roamer, merupakan angka bantu untuk membaca nilai-nilai yang lebih detail dari suatu titik koordinat yang berada di dalam garis karvak peta.
Roamer ini terbagi menjadi 2 jenis ;
- Roamer geografis yang diperuntukkan untuk membaca koordinat geografis
- Roamer grid UTM yang diperuntukkan untuk membaca koordinat grid UTM (Universal Transverse Mercator).
Selain itu, panjang garis skala pada roamer juga disesuaikan dengan skala peta yang dipergunakan, untuk kegiatan penjelajahan skala peta yang digunakan yaitu 1:25000 dan 1:50000.
Panjang garis horizontal dan vertikal pada roamer geografis berskala 1:25000 adalah 37mm, sedangkan pada roamer grid UTM berskala 1:50000 adalah 20mm.
Prinsip-prinsip Dalam Menggunakan Roamer
Prinsip-prinsip yang akan dijelaskan disini, merupakan prinsip penggunaan roamer untuk penggunaan di wilayah Negara Indonesia saja.
Berikut ini adalah prinsip-prinsip utamanya :
- Bila titik koordinat yang akan di baca berada di Lintang Utara → Roamer digeser dari KIRI ke KANAN untuk membaca nilai garis bujur, dan BAWAH ke ATAS untuk membaca nilai garis lintang.
- Bila titik koordinat yang akan di baca berada di Lintang Selatan → Roamer digeser dari KIRI ke KANAN untuk membaca nilai garis bujur, dan ATAS ke BAWAH untuk membaca nilai garis lintang.
Contoh Penggunaan Roamer Geografis pada peta berskala 1:25.000 :
Roamer geografis, pembacaan berdasarkan lintang dan bujur suatu posisi di muka bumi.

Pada gambar diatas, bagaimana caranya untuk mencari koordinat dari puncak 1278 ?
Berikut ini langkah-langkah dalam mencari koordinat puncak tersebut dengan menggunakan alat roamer ;
Langkah-langkah membaca koordinat
- Identifikasi terlebih dahulu, apakah puncak 1278 terletak di Lintang Utara (LU) atau di Lintang Selatan (LS). Dari gambar potongan peta diatas, angka garis lintang yang tertulis pada peta, semakin ke selatan nilainya menjadi semakin besar (14’00” ke 14’30”), sehingga letak puncak 1278 tersebut berada di lintang selatan.
- Posisikan sudut siku-siku (┛) Roamer (0”) tepat pada titik plot puncak 1278.
- Tentukan nilai detik garis Bujur dengan membaca garis horizontal pada roamer yang berhimpitan dengan garis bujur 29’30”, yaitu 4”+30”=34” BT.
- Tentukan nilai detik garis Lintang dengan membaca garis horizontal pada roamer yang berhimpitan dengan garis lintang 14’30”, yaitu 5”+30”=35” LS.
- Setelah didapatkan nilai detik dari hasil pembacaan dari garis horizontal dan vertikal, maka koordinat lengkap puncak 1278 adalah 107⁰29’34”BT dan 06⁰14’35”LS.
- Catatlah semua hasil pembacaan dari garis horizontal serta vertikal roamer, dan koordinat lengkapnya untuk pengingat serta perekaman datanya.
Contoh Penggunaan Roamer Grid UTM pada peta berskala 1:50.000 :
Roamer Grid pembacaan berdasarkan jarak pada sumbu x dan y.

Langkah-langkah membaca koordinat UTM
- Posisikan sudut siku-siku roamer (angka 0) pada titik A
- Tentukan nilai grid garis bujur dengan membaca garis horizontal dari karvak 49 yang berhimpitan dengan garis nilai roamer, yaitu 85, dibaca → 4985
- Tentukan nilai grid garis lintang dengan membaca garis vertikal dari karvak 08 yang berhimpitan dengan garis nilai roamer, yaitu 40, dibaca → 0840
- Koordinat lengkap dari titik A adalah 4985, 0840
- Catatlah semua hasil pembacaan dari garis horizontal serta vertikal roamer, dan koordinat lengkapnya untuk pengingat serta perekaman datanya.
Cara membaca koordinat dengan penggaris :
- Untuk Koordinat Geografis, dengan peta berskala 1:25.000

- Untuk koordinat grid UTM, dengan peta berskala 1:50.000

Bagaimana para pengembara? mudah dan praktiskan dalam menggunakan roamer.
Dengan terus berlatih cara menggunakannya serta paham akan prinsip fungsinya, pasti kegiatan navigasi darat kalian akan lebih seru dan mengasyikan.
Tunggu apalagi, Mari Mengembara !
==========================================================
TIPS
- Bila dirasa angka atau garis roamer kurang terlihat, bisa ditambah spidol non-permanent agar lebih jelas
- Roamer adalah istilah asli untuk nama barang ini, namun karena kebiasaan dan kemudahan dalam penulisan, sehingga banyak pengembara yang menyebutnya “Romer”
Bila ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung komen di artikel ini yah genk.


Berarti prinsipnya sama ya coach.. Kika bata
Kiri kanan atas bawah.
tiap jenis peta berbeda, ngga bsa smua pake analogi seperti itu gank.
Min untuk yg menghitung koordinat UTM yg 1:50.000 , yg pas “dikali 5 point” nah yg 5 point itu asal usulnya drimana ya ? Nuhun min