Sebelum era 2000-an, banyak orang yang membuat plesetan NTT menjadi “Nanti Tuhan Tolong” atau “Nasib Tidak Tentu”. Sebuah paradoks, yang barangkali memang tak salah-salah amat untuk menggambarkan kondisi faktual harian masyarakat. Imaji kepasrahan pada situasi sulit ini melekat sekian lama, hingga seolah menjadi takdir yang harus dipikul bagi komunitas yang terhimpun atas sedikitnya 40 kelompok etnolinguistik ini.
A title
Image Box text
SEGERA PESAN SELAGI MASIH TERSEDIA !

